-->

PRIVAT PUBLIC SPEAKING DAFTAR DPR, SERIUS?

| 11:52:00 AM |

 IKUT KELAS ONLINE PUBLIC SPEAKING SAJA

   Aku cermati banyak calon-calon anggota DPR DPRD yang siap-siap maju pilkada, termasuk para Calon Kepala Daerah, Gubernur - Bupati, termasuk di level bawah seperti kepala desa. Animo masyarakat di era keterbukaan saat ini sangat bagus, dimana informasi begitu mudah di dapat, kadang hoaks, maka kita perlu mengasah kecerdasan kita dalam berkomunikasi di ranah politik. 

Sebagai Trainer public Speaking dan berinteraksi dengan para calon legislatif maka aku memilih untuk belajar tentang politik juga, perlu disadari juga bahwa kepentingan dan aspirasi masyarakat bawah sangat ditentukan oleh kebijakan politik. Undang-Undang yang dibuat apakah pro kepada rakyat atau kepada segelintir rakyat? 

Meskipun tidak terlibat secara langsung dalam perekrutan masa untuk mendukung satu calon tertentu, aku perlu bijaksana memberikan respon dari beragam peserta training dengan latar belakang berbeda, misalnya dari partai politik A, B, C, dan D. Sebagaimana malam-malam saya di kontak oleh pengurus wakil partai perempuan yang ingin memberdayakan kader wanita dengan skill Public Speaking. 

MURAH / MAHAL ITU RELATIF 

   Suatu waktu aku menawarkan kelas privat public speaking kepada calon anggota dewan / kader partai, peserta tersebut siap belajar dan langsung menyesuaikan dengan jadwal yang sudah dibuatnya. Alasan memilih menjadi caleg karena kakaknya sudah lebih dahulu masuk menjadi Anggota DPR RI, padahal sejak kecil ayah ibunya tidak pernah mendidik untuk terjun di dunia politik. 

Kondisi pandemi memang mengubah segalanya, maka aku sebagai Trainer Public Speaking ikut menyesuaikan diri dengan buka kelas Online Public Speaking Rp 600ribu, Online Privat Rp2 Juta, offline Public Rp 2 Juta dan Privat Offline selama dua hari menjadi Rp 10 Juta. Aku meyakini dengan memberikan layanan ini, aku sudah jelas : segmen pasar yang siap aku layani. 

Dalam kelas privat, aku memberikan basic public speaking dengan materi garis besar sbb :
1. Mengenal Diri Sendiri 
2. Mengatasi Galau, Gugup, Grogi, gemetar, Blank, Lupa, Takut
3. Meningkatkan Percaya Diri 
4. Jago Presentasi - Garansi sampai Mahir. 

  MENJADI ANGGOTA DPR, EMOSI APA YANG INGIN DIRASA?

Sebelum mengupas detail program Politics Public Speaking, aku ingin mengutip 6 emosi dasar dari manusia yaitu :

1. Aman, Nyaman dan Kepastian 
2. Variasi, Hal baru 
3. Relationship / Connection 
4. Unggul / Significant 
5. Merasa Lebih Baik 
6. Kontribusi , Memberi Contoh. 

Pertama : Baik Menjadi Anggota DPR atau seseorang belajar Public Speaking, ada emosi yang ingin diubah oleh orang tersebut, contoh nomor 1 : Dengan belajar Public Speaking di #IAIPS seseorang merasa aman - nyaman dan pasti "apa yang disampailannya benar, urut, sistematis, dapat dimengerti, tidak ada ketakutan kalau - kalau nanti salah dalam  bicara di depan banyak orang. 

Kedua : kami jumpai juga bahwa orang melakukan sesuatu (mendaftar jadi anggota legislatif, ikut workshop seminar public speaking) karena ingin mengetahui hal-hal baru, mungkin karena sudah jenuh jadi pengusaha, bosan memiliki cara bicara yang tidak berkembang, dan ingin menikmati sesuatu yang berbeda. Hal ini masuk ke kategori manusia yang ingin variasi. 

Ketiga : Masuk sebagai member IAI Public Speaking Indonesia menjadi peserta memiliki hubungan, relasi-relasi baru untuk support suksesnya, atau karena ingin kenal dengan Founder Ilyas Afsoh Institute, berteman dengan orang-orang hebat, leader. Kita bahwa setiap hubungan dapat membawa manfaat saat kita butuhkan, plus karena kita juga makhluk sosial yang butuh sharing. 

Keempat : Ada ego dalam diri manusia yang ingin menjadi unggul dan signifikan. Perhatikan bagaimana perubahan status seseorang setelah menjabat menjadi anggota DPR/MPR? Kemana-kemana mendapat fasilitas lebih, berbeda, dihormati, dan berbeda dengan kebanyakan orang. Termasuk saat Anda jago Public Speaking, mendadak Anda menjadi pribadi unggul dan Signifikan. 

Kelima : perasaan lebih baik, dari sebelumnya ini merupakan sensasi emosi yang dikejar oleh banyak orang. Misalnya dengan belajar di IAIPS Anda menjadi lebih baik dari orang-orang yang tidak belajar secara formal perihal public speaking. Anda jadi tahu moment membuka, isi dan menutup public speaking secara berkesan dan wow. 

Keenam : Ini merupakan bagian dari dalam diri seseorang yaitu keinginan untuk berkontribusi, ikut berpartisipasi, memberikan contoh dan teladan bagi sesama. Hal ini selaras dengan rahasia kehidupan yaitu berbagi, berkontrobusi. Aku ikut berkontribusi dengan menjadi Trainer Public Speaking, terapist dan Coach, menulis Blog seperti ini sebagai wujud berbagi. 




Ilyas Afsoh - 0821-4150-2649 
Founder IAI Public Speaking Indonesia 


Back to Top