Melatih Berbicara Logika

public speaking, public speaking adalah, public speaking semarang, public speaking indonesia, public speaking artinya.
  Pada zaman persaingan seperti saat ini, berbicara logis dapat menjadi keunggulan tersendiri. Akan tetapi hal itu tidak mudah terbentuk dalam waktu satu malam, perlu latihan rutin dan membiasakan diri untuk memerhatikan ucapan diri sendiri. Ada lima hal untuk berbicara logis, dengan melakukan lima hal tersebut Anda bisa merasakan bahwa ucapan Anda dipenuhi oleh logika yang kokoh:

     1. Berikan alasan yang tepat untuk argumen Anda
 Kita selalu diajarkan untuk mengutarakan alasan dibalik pendapat kita saat menulis esai, begitu pula dengan ucapan. Dalam percakapan sehari-hari, kita mungkin sering melupakannya, hal ini karena kita tidak terbiasa menerapkan pola pikir logis dalam kegiatan sehari-hari.
 Perbedaan antara pendapat yang beralasan  dan yang tidak beralasan bagaikan langit dan bumi, kita ambil contoh seorang mahasiswa yang ingin jalan-jalan ke Eropa dan meminta izin kepada orangtuanya. Jika ia hanya mengulang-ulang pendapatnya maka akan sulit untuk menggerakkan hati orangtuanya, lain halnya ketika ia bisa menyampaikan alasannya.  
 "Izinkan aku untuk pergi backpacking ke Eropa satu bulan saja (pendapatnya). Apalagi di era global seperti ini penting untuk memperluas pengetahuan dan nanti pun saat melamar kerja bisa dimasukkan sebagai salah satu pengalaman (alasan)."
 Jika sudah begini orangtua mana yang akan melarang anaknya jalan-jalan ke Eropa? Terutama di dunia kerja, karyawan yang mampu menyampaikan alasannya dengan baik pasti akan disukai oleh atasannya

  2. Hindari lompatan logika dan melebih-lebihkan

 Hanya karena sebagian orang Korea suka makan daging anjing, kita tidak bisa menyimpulkan bahwa seluruh orang Korea itu kejam. Kita harus ingat untuk tidak menggeneralisasi sesuatu hanya dari contoh yang kecil, kita harus berhati-hati terhadap lompatan logika dalam pepatah Jepang ada ungkapan "jika angin berembus, maka toko bak akan laris". Saat angin berembus, banyak debu beterbangan sehingga orang-orang akan pergi ke pemandian umum sediki, maka pesanan atas bak mandi akan menjadi banyak. Meski terdengar masuk akal, tetapi kita tahu bahwa hubungan antara angin bertiup dan toko bak laris ini sangatlah jauh.

  3. Konsisten dalam bersikap

 Saat kondisi argumen kita lemah, kita akan jatuh ke dalam kontradiksi dan posisi yang membingungkan, sebab kita akan mengeluarkan argumen baru yang berbeda dengan apa yang sebelumnya kita ungkapkan. Oleh karena itu kita harus memiliki sikap konsisten dengan pendapat kita dari awal hingga akhir.

  4. Gunakan kata-kata sederhana

 Ada orang yang suka menggunakan bahasa Inggris, karakter Mandarin atau istilah-istilah tinggi yang hanya diketahui dirinya sendiri seolah-olah ia yang paling tahu segalanya. Alih-alih membantu dalam menyampaikan pendapatnya, hal ini justru akan membuatnya menerima penolakan dari lawan bicara, ingatlah bahwa ucapan yang sulit dimengerti adalah penghalang komunikasi.

  5. Tetap tenang 

 Kita dapat menemukan orang-orang yang sentimental saat berbicara dalam acara debat di televisi, mereka sering kali melontarkan perkataan-perkataan yang tidak berhubungan dengan topik pembicaraan. Contoh mencari kesalahan untuk menyerang secara personal, hal ini muncul karena situasinya menjengkelkan, ingatlah kekesalan merupakan hal yang dilarang karena akan menciptakan pembicaraan yang tidak logis dan bersikap tenang sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini.   


Baca juga artikel kami yang lain: Logika adalah sebuah nyawa
Back to Top