-->
Showing posts with label public speaking closing.. Show all posts
Showing posts with label public speaking closing.. Show all posts

Tanya, Puji, Beraksi

Public speaking center, public speaking competition, public speaking class tangerang, public speaking course yogyakarta, public speaking class surabaya. 
Pertanyaan Wujud Ketertarikan

"Ajarkan saya cara berkomunikasi yang baik dengan suami."
     "Bagaimana supaya saya bisa berdialog dengan baik dengan orang tua?"
       Pertanyaan tersebut sering saya dengar sejak dikenal luas sebagai pakar komunikasi. Di antara para penanya, ada yang pernah melakukan konsultasi berbicara. Namun, kebanyakan dia antara mereka tidak tahu bagaimana cara menjalin komunikasi yang baik di kehidupan nyata, karena mereka hanya belajar sampai teknik, bagaimana bersuara yang bagus atau berbicara yang baik saja. Oleh karena itu, saya membuat rumus terapi komunikasi yang dapat diterapkan dengan mudah oleh siapa pun dalam kehidupan sehari - hari berdasarkan pengalaman saya memberikan jasa konsultasi. Rumusnya sangat sederhana, yaitu : 

                                                             C = Q X P X R
                                 Communication = Question x Praise x Reaction



'C' adalah communication atau komunikasi. Ada 3 hal yang diperlukan untuk memenuhinya. Yaitu 'Q' atau question (pertanyaan), 'P' atau praise (pujian), dan 'R' atau reaction (reaksi). Dengan demikian komunikasi akan berjalan dengan lancar dan baik, harus mengandung pertanyaan, pujian, dan reaksi.

        Pertanyaan adalah bentuk ketertarikan terhadap lawan bicara. Oleh karena itu, pertanyaan dapat disebut sebagai dasar komunikasi. Komunikasi tidak akan terwujud jika tidak ada ketertarikan sama sekali terhadap lawan bicara. Berbicara tanpa ketertarikan sama saja seperti berbicara sendiri dengan tembok.

    Dalam buku How to Win Friends and Influence people karangan Dale Carnegie, "ketertarikan" ditegaskan dalam "Enam Aturan untuk Mendapatkan Kesan yang Baik." Dalam aturan pertama, "sungguh - sungguh tertarik dengan lawan bicara" dan aturan kelima, "ungkapkan ketertarikan Anda terhadap lawan bicara." Alfred Adler memberikan pengaruh besar dalam teori pengembangan diri Carnegie dan mengemukakan alasan pentingnya ketertarikan sebagai berikut,
   "Mereka yang tidak tertarik terhadap orang lain mengalami kesulitan terbesar dalam hidup dan merasakan luka terbesar dari orang lain. Seluruh kegagalan yang dialami manusia muncul dari orang - orang seperti ini."
 
    Pertanyaan termudah yang dapat dilontarkan kepada lawan bicara adalah "siapa nama Anda?" Pertanyaan ini tidak akan muncul jika tidak ada ketertarikan terhadap lawan bicara. Mari kita lihat potongan lirik dan lagu 4minute, What's your Name? berikut ini :

   
                      Ireumi mwoyeyo? ( Siapa namamu? )
                     Myeot sariyeyo? ( Berapa umurmu? )
                     Saneun goseun eodiyeyo? ( Tinggal di mana? )

        Saat kita memiliki perasaan terhadap lawan bicara maka pertanyaan - pertanyaan yang mengandung ketertarikan seperti ini akan muncul dengan sendirinya. Orang yang mengeluarkan pertanyaan ini berati ingin membangun hubungan dengan lawan bicaranya. Jika tiba - tiba kita ingin mengajaknya untuk bertemu, makan bersama, atau menjadi pacar, tanpa pertanyaan yang mengandung ketertarikan maka tidak mungkin akan berhasil. Komunikasi yang baik akan menjadikan hal tersebut bisa terwujud.

    Di lingkungan apartemen atau pertemuan warga, pertanyaan menjadi begitu penting. Duduk saja dalam barisan tidak akan mendatangkan kebaikan. saat kita melontarkan pertanyaan seperti "tinggal di gedung mana?" atau "anak Anda sekolah di mana?" bisa menjadikan Anda cepat akrab dengan tetangga.


    Terlebih lagi dalam hubungan suami istri, pertanyaan berperan menjadi pelumas cinta. Seiring lamanya tinggal bersama, perasaan cinta akan memudar dan dialog pun akan berkurang. Jika didiamkan begitu saja, hal tersebut bisa menjadi malapetaka. Oleh karena itu, kita harus selalu mengingat tujuan dan melontarkan pertanyaan yang mengandung ketertarikan sesering mungkin.
                "Habis potong rambut?"
                "Bagaimana pekerjaan di kantor?"

Jangan lupa liat artikel kami yang lain : 90% Ucapan Dibentuk Oleh Suara dan Gerak Tubuh

Back to Top