PIDATO HARI PENDIDIKAN NASIONAL '2MEI' Sering kita dengar di awal-awal Bulan Mei, sudah banyak kata-kalimat retorika yang disampaikan di depan publik baik offline dan online, atau online yang didownload jadi offline, atau event offline yang distreaming, seolah dunia sudah tidak ada batas- mana yang tatapmaya dan tatapmuka.
[OPENING PIDATO HARDIKNAS INDONESIA]
Kita Mulai dengan Menyapa peserta yang hadir,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu,
Yang saya hormati Bapak/Ibu/Saudara warga negara Indonesia,
Salam Indonesia - Salam Gotong Royong!
Saya terkejut ketika ada pertanyaan kenapa ada dua tokoh yang hari lahirnya diperingati di seluruh Indonesia, Selain Nabi Muhammad? Pertanyaan Abah Achsanul Chaq di suatu sore dalam pengajian rutin di rumah. Dua tokoh tersebut adalah : Raden Ajeng Kartini (21 April) dan Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (Ki Hajar Dewantara).
ISI PUBLIC SPEAKING SAMBUTAN HARDIKNAS
Retorika bahwa Pendidikan Nasional ditanggung oleh negara, sampai para calon-calon legislatif atau eksekutif saat kampanye berteriak Pendidikan Gratis, dari Sd sampai SMA semuanya Gratis, Apakah realita di lapangan seperti itu? Gratis sih, tetapi ada komite sekolah yang seolah berhak melakukan pemalakan atas nama wakil orang tuakah? #mbuh!Pernahkah kita tela-ah ulang, sistem pendidikan di negara Indonesia sesuai dengan pola yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara ?
Ing Ngarsa Sun Tuladha
Ing Madya mangun karsa
Tut wuri Handayani
Atau hanya slogan yang ditempel di topi dan di seragam murid sekolah, dimana perolehannya (topi-seragam-buku) semua melalui proyek demi proyek pemangku kepentingan?
Saudaraku Warga Negara Indonesia,
Saya sedang bertanya kepadaMu - Bukan protes
Duh bapak Presiden !
Saya sedang bertanya kepadaMu - Bukan protes
Duh bapak Presiden !
Filososi yang disampaikan Gemini terkait Bapak Pendidikan Indonesia : Bahwa Pendidikan Harus memerdekakan Manusia!
Merdeka!
bebas berpendidikan dan Merdeka memilih jurusan sekolah lalu kuliah dengan perjuangan sendiri, bayar sendiri, tentu bukan problem bagi Cita-cita luhur para Individu yang sadar pendidikan - sadar investasi dari leher ke atas, sadar diri pentingnya mengembangkan diri. Sadar untuk lepas dari belenggu kemiskinan dan kebodohan.
bebas berpendidikan dan Merdeka memilih jurusan sekolah lalu kuliah dengan perjuangan sendiri, bayar sendiri, tentu bukan problem bagi Cita-cita luhur para Individu yang sadar pendidikan - sadar investasi dari leher ke atas, sadar diri pentingnya mengembangkan diri. Sadar untuk lepas dari belenggu kemiskinan dan kebodohan.
Saya teringat kata BUdawayan jawa Tengah - Prie GS Allahu Yarcham dalam sesi Training Public Speaking dan menulis di rumah beliau : Kita Boleh terlahir Miskin - Tapi Kita tidak boleh GOBLOK.
CLOSING PUBLIC SPEAKING EDUCATIONAL DAY
Saudaraku WNI dimanapun kalian berada,
ENtah kalian di Semarang , Solo, Jogja, Wonosobo, Jakarta, Bandung, Surabaya, Gresik, Bali atau dimana saja (Thailand, Arab Saudi, Iran, Korea, Taiwan, Eropa, Jerman). Hari ini - saya membuka sekolah gratis secara online melalui tulisan-tulisan di Blog ini, melalui video-video inspirasi yang tayang di youtube dan tiktok, serentak di IG dan Facebook.
ENtah kalian di Semarang , Solo, Jogja, Wonosobo, Jakarta, Bandung, Surabaya, Gresik, Bali atau dimana saja (Thailand, Arab Saudi, Iran, Korea, Taiwan, Eropa, Jerman). Hari ini - saya membuka sekolah gratis secara online melalui tulisan-tulisan di Blog ini, melalui video-video inspirasi yang tayang di youtube dan tiktok, serentak di IG dan Facebook.
Mari Kita bersama-sama saling support dan saling mendidik, membuka kelas-kelas diskusi bebas membuka cakrawala pendidikan sebagaimana kelas telegram gratis yang saya bangun : Free Chit Chat English (Gratis Praktik belajar bahasa Inggris).
"Happy National Education Day, May 2nd."
"Commemorating National Education Day – May 2, 2026."
Mari sadar dan bangun kesadaran diri melalui :
1. Pengetahuan
2. pengalaman
3. Pemaknaan
4. perubahan Identitas
5. Ciptakan Power
6. Meluruskan Niat
1. Pengetahuan
2. pengalaman
3. Pemaknaan
4. perubahan Identitas
5. Ciptakan Power
6. Meluruskan Niat
7. Bangun Nilai-Nilai bervisi Dunia dan Akherat
