-->

SAMBUTAN PANITIA PENYELENGGARA HUT RI DI KAMPUNG DESA

 Sambutan panitia penyelenggara HUT RI di Kampung Desa, berikut ini sebagai ilustrasi bagi ketua panitia yang mencari panduan - apa saja yang perlu disampaikan di ahdapan warga desa / kampung, tanpa perlu berpanjang lebar dan langsung to the point. 


Yang Terhormat Bapak Kepala Desa / Lurah, Staf Pamong Desa, dan segenap warga desa/kelurahan Tenaru yang berbahagia. 

Puja dan Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala Karunia, Berkah dan nikmatnya sehingga kita Semua dapat bertemu dan berkumpul merayakan hut RI ke-100 di tahun ini. 

Hal yang patut kita syukuri berikutnya karena kita tinggal di Indonesia, desa/kampung yang bahagia, kapanpun kita mau ngopi - kita dapat merapat ke warung kopi 24 jam di perempatan desa atau kita seduh sendiri kopi pahir dan menikmatinya lambat-lambat.

Bapak-Ibu dan saudara-saudaraku semua, 
 Kemerdekaan kita, yang sedang kita rayakan ini, kadang menyisakan satu tanya - "Apakah kita ini seebnarnya sudah benar-benar merdeka?" Apakah kita benar-benar berdaulat dan mandiri? benarkah ini merdeka tau semu? 

Andai benar kita sudah merdeka, seperti misalnya kita dapat bebas ngopi 24 jam , tentu kita sudah merdeka, tetapi jika melihat fenomena apakah sudah tersedia lapangan kerja, kemudahan - kemudahan, keamanan dan fasilitas kesehatan yang pro rakyat kecil, maka tentu kita dapat menarik kesimpualan sendiri. 

Dan Kami selaku ketua panitia, terlepas dari apapun kondisi dan keadaan yang kita hadapi, dan yang terpenting adalah acara kita dapat terselenggara dengan baik, kami ucapkan terima kasih atas bantuan, partisipasi materiil, moril dari semua pihak yang terlibat. Mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkanan di dalam penyajian dan penyelenggaran HUT RI secara sederhana ini. 

Terimakasih- Sukses Selalu - Selamat malam. 

Contoh sambutan di atas lebih berisi tentang sarkasme dan ironi nya kita sebagai warga negara Indonesia karena kita benar-benar hidup tanpa perlindungan negara, kita dibiarkan hidup dan berkreasi , menyelamatkan diri sendiri, bertangung jawab atas nasibnya sendiri, dan tidak tahu mesti mengadu ke siapa, 

Entahlah!
Tetap optimis di antara berbagai macam kondisi di Negeri ini. 
Hal yang menghibur kita adalah : 
Kita Punya Gusti Allah!

Sampai di sini tulisan bebas perihal sambutan Panitia penyelenggara HUT RI di kampung Desa. 



 


Back to Top