Dari Orang Biasa Menjadi Pakar Speaking

Public speaking academy, public speaking anxiety, public speaking anak, public speaking adalah pdf, public speaking academy merry riana.

Saya berasal dari Busan dan sejak kecil saya tumbuh tanpa memiliki impian ataupun cita – cita. Orangtua saya tidak berpendidikan tinggi dan hanya bekerja di pabrik sepatu di dekat rumah. Ayah saya pemabuk sehingga hidup kami tidak pernah damai, tidak pernah terlihat bahwa keadaan keluarga kami membaik. Kami tinggal di rumah susun dengan satu kamar mandi yang dipakai bersama – sama dengan keluarga lainnya. Di dekat rumah kami ada rel kereta api, siang malam kereta melintas dengan sangat kencang. Karena terbiasa mendengarnya sejak kecil, saya bisa menebak apakah itu kereta ekspres, kereta pelan, Mugunghwa – ho ( kereta ekonomi ), atau Saemaul – ho ( kereta bisnis ).
  Saya yang tumbuh di lingkungan yang begitu miskin tidak memiliki bakat apa pun. Tidak ada satu pun hal yang bisa diunggulkan, baik di pelajaran, olahraga, maupun seni. Saya adalah anak biasa – biasa saja dan tidak pula menonjol. Anak yang tidak memiliki impian apa pun tentang masa depan. Lalu datanglah sebuah perubahan, ketika saya mendapat pujian dari guru SMA bahwa saya seperti pengisi suara saat membaca buku pelajaran bahasa. Pertama kalinya dalam hidup saya mendapatkan penilaian yang baik dari guru saya. Betapa bahagianya saya saat itu.



  “Ternyata ada juga yang aku bisa. Baiklah, aku akan memperbagus suaraku. Dengan begitu teman – teman dan guru – guru akan memandangku.”

  Saya belajar untuk memiliki suara yang bagus, mempelajari sesuatu yang saya kuasai dan sukai membuat waktu berlalu tanpa terasa. Dalam proses ini saya bermimpi menjadi pengisi suara berdasarkan kelebihan yang saya miliki, yaitu suara. Untuk pertama kalinya saya memiliki mimpi yang ingin saya gapai. Saya begitu bersemangat melatih suara sehingga mulai berbicara seperti orang pengisi suara dalam kehidupan sehari – hari. Saya berlatih di rumah dan teman – teman yang mendengar merasa aneh, lama – lama mereka menerima dengan bisa saja. Inilah reaksi teman - teman saya,

  "Suara Su Hyang mirip sekali dengan pengisi suara, ya. Sepertinya ia memang dilahirkan untuk menjadi seorang pengisi acara."


  Mereka yang tadinya hanya berkata bahwa suara saya sekadar bagus, kini menganggap bahwa saya seperti pengisi suara, perubahan yang mengejutkan, saya bisa merasakan bahwa impian saya perlahan - lahan menjadi kenyataan. Saya memperoleh keyakinan bahwa menjadi pengisi suara bukanlah hal yang tidak mungkin. Alam bawah sadar secara otomatis terprogram dengan mantra ini, "Aku, Oh Su Hyang adalah pengisi suara."

Jangan lupa baca artikel yang lain : Logika adalah Sebuah Nyawa

Back to Top