MENGUBAH YANG TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN

Sejak kecil, Steven Spielberg sudah bercita-cita menjadi seorang sutradara film. Saat berusia 17 tahun, ia melakukan usaha baru untuk mewujudkan mimpinya, dan bergaya seperti sutradara film. Ia berpakaian layaknya seorang sutradara dan keluar masuk perusahaan film. Orang-orang pun mengenalnya sebagai sutradara dan memintanya membuat film. Akhirnya, ia menjadi sutradara seperti yang selama ini dicita-citakannya. Pakar pengembangan diri, Brian Tracy, mengatakan bahwa bertingkah seperti orang sukses adalah kunci menjadi sukses dan menyarankan untuk segera melakukan tiga hal.
“Pertama, putuskanlah sekarang bahwa Anda akan terlihat seperti orang sukses sebagaimana yang Anda inginkan dari segala sisi, mulai dari pakaian hingga dandanan. Kedua, carilah orang paling sukses di perusahaan Anda dan ikutilah ia sebagai panutan. Ketiga, jangan pedulikan orang yang berpakaian cuek, tetapi berpakaianlah seperti orang yang akan mengahadiri wawancara kerja.”
Penulis buku Blessing of the Rainbow, Cha Dong Yoeb pun berpendapat demikian. Dengan berpikir seperti orang sukses dan berperilaku seolah tujuan sudah tercapai, maka akan datang hal yang mengejutkan kepada kita. Ia menekankan seperti ini, “Bertingkahlah seakan sudah terwujud.”
Pujian sangat penting untuk membentuk hubungan yang kokoh. Dalam buku Whale Done, cara terbaik melatih paus pembunuh atau Orca ̶ yang beratnya mencapai 3 ton ̶ agar bisa memberikan pertunjukan yang menakjubkan adalah dengan menggunakan pujian. Orca sering melakukan kesalahan dalam latihannya. Namun, jangan pernah memarahinya karena kesalahan ini dan tetap fokus pada hal-hal yang baik darinya, serta tunjukkan dukungan dan pujian terhadapnya. Dengan begitu akan terbentuk hubungan yang kuat antara Orca dan sang pelatih sehingga Orca akan memberikan penampilan terbaiknya.
Pujian mempunyai efek yang instan dan kuat terhadap manusia. Dalam salah satu kelas yang saya bawakan di lembaga pendidikan, banyak peserta yang sudah lanjut usia. Rata-rata berusia 69 tahun. Jika suasananya menurun, kelas tidak akan berjalan dengan baik. Pada saat seperti ini, pujian yang pas perlu dipergunakan.
“Kakek terlihat lebih muda.”
“Kulit Nenek halus sekali.”
Reaksi terhadap hal ini akan langsung tampak. Mereka menjadi senang, saling berbincang sambil berseloroh, dan berpartisipasi lebih aktif di dalam kelas. Ruang kelas menjadi dipenuhi oleh suasana harmonis. Mungkin Anda berpikir bahwa siapa pun bisa memuji dengan mudah. Namun, banyak situasi di mana pujian tidak bisa keluar pada saat kita ingin memuji. Misalnya kita bertemu dengan tetangga yang sedang menggendong anaknya. Kita ingin memuji anaknya yang berada di dalam selimut bayi, tetapi karena baru lahir belum ada yang begitu spesial darinya sehingga kita bingung bagaimana harus memujinya. Kita perlu membiasakan diri untuk memuji agar bisa fleksibel seperti pegas dalam kondisi apapun.
Ditulis ulang dari buku "Bicara Itu Ada Seninya"

Pelatihan Public Speaking Basic Surabaya
Soho Office Lt. 2
Jl. Ketintang Baru III/79 Surabaya
Pendaftaran 0821-4150-2649
www.public-speaking.id

Public Speaking Bogor
Back to Top